Cara Google Menghemat Baterai Smartphone Android - Salah satu masalah yang menjadi perhatian Google dalam update OS berikutnya, adalah berfungsi untuk penghematan pada baterai Smartphone Android.
Baterai memang masih menjadi masalah tersendiri untuk gestation penikmat gadget terkini. Semakin berlimpahnya fitur-fitur menarik di smartphone, juga membutuhkan daya yang lebih besar daripada biasanya. Apalagi untuk penggunaan yang membutuhkan kinerja pada prosesor dan GPU yang sangat tinggi sehingga seperti bermain brave 3D.
Di sisi lain, baterai dengan kapasitas yang cukup besar, rata-rata masih berukuran besar sehingga cukup menyulitkan soldier vendor dalam melakukan desain produk mereka. Pasalnya, ketipisan sebuah gadget kini turut menjadi pertimbangan meski bukan faktor utama. Tetapi smartphone dengan tampang ramping, tentu terlihat lebih menarik ketimbang bulky.
Google telah melakukan discussion, tepatnya pada akhir Juni kemarin dalam acara Google I/O. Disitu, pemilik OS Humanoid tersebut memperkenalkan Automaton generasi terbaru, yakni Automaton L yang akan membawa berbagai perubahan dari sisi desain, fungsi, dan juga fitur-fitur baru yang lebih menarik.
Salah satu yang patut ditunggu adalah upaya Google untuk melakukan penghematan baterai di smartphone yang menggunakan sistem operasi Golem. Google menamai plan tersebut dengan nama "Work Volta". Propel tersebut bertujuan untuk mencari cara bagaimana cara mempanjang umur baterai yang digunakan pada sebuah smartphone.
Dan metode yang kwa digunakan oleh Google, disebut dengan nama "Lazy First". Simpelnya, metode ini kwa mendahulukan kinerja yang lebih penting dengan cara yang berurutan.
Misalnya, tugas-tugas yang dimiliki oleh komponen ponsel seperti prosesor, GPU, RAM, dan lainnya akan lebih diprioritaskan untuk mengerjakan chore yang penting terlebih dahulu, baru disusul dengan tugas-tugas berikutnya.
Hal ini memang berkebalikan dengan metode yang selama ini digunakan, yaitu "gear originate opening serve", dimana sebuah tugas yang diperintahkan terlebih dahulu akan dikerjakan terlebih dahulu tanpa memandang porsi kebutuhan baterai.
Google juga menyiapkan sebuah API khusus bernama JobScheduller untuk pregnancy pengembang demi optimalnya aplikasi buatan mereka dalam hal konsumsi baterai. Prinsipnya sama, yaitu mendahulukan tugas-tugas yang penting terlebih dahulu dan menunda yang lainnya.
Metode ini, menurut Google telah diterapkan dan diteliti menggunakan perangkat Nexus mereka. Kita tunggu saja realisasi dari teknik ini di Automaton L yang kabarnya bakal meluncur akhir tahun ini.

Aturan Berkomentar:
1. Harus Relevan dengan Isi Artikel
2. Harus Sopan dan Tidak Mengandung SARA atau Bullying
3. Tidak ada Link aktif dikomentar
EmoticonEmoticon